Pemikiran Ekonomi Islam di Indonesia Pra-Kemerdekaan: Peran Organisasi Islam dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat
DOI:
https://doi.org/10.61693/elwasathy.vol41.2026.169-178Keywords:
Ekonomi Islam, Nahdlatut Tujjar, Organisasi Islam, Pra-KemerdekaanAbstract
Penelitian ini mengkaji pemikiran dan gerakan ekonomi Islam di Indonesia pada masa pra-kemerdekaan, dengan fokus pada peran Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama dalam pemberdayaan ekonomi umat. Kajian dilatari ketimpangan sosial-ekonomi akibat struktur kolonial yang memarginalkan pedagang pribumi Muslim. Penelitian menggunakan metode kualitatif kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis dan analisis isi terhadap sumber primer, terutama Islam dan Sosialisme karya H.O.S. Tjokroaminoto, serta sumber sekunder. Analisis dibedakan pada tataran aktor (gagasan tokoh pada zamannya) dan tataran analis (pembacaan dengan kerangka maqashid al-syari'ah). Hasil kajian menunjukkan bahwa Sarekat Islam merumuskan gagasan 'sosialisme Islam' sebagai perlawanan terhadap kapitalisme kolonial sekaligus melindungi pedagang pribumi; Muhammadiyah memperkuat modal manusia dan filantropi terlembaga berbasis teologi al-Ma'un; sementara Nahdlatul Ulama menumbuhkan koperasi pedagang melalui Nahdlatut Tujjar (1918) dan ekonomi pesantren. Ketiganya membentuk satu spektrum respons ekonomi Islam yang konvergen pada kemandirian, keadilan, dan solidaritas, meski berbeda basis sosial dan strateginya. Penelitian menyimpulkan bahwa pemikiran ekonomi Islam pra-kemerdekaan memiliki relevansi kuat bagi pengembangan ekonomi Islam kontemporer berbasis komunitas..
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Firman, Isara Abda Noka, Adha Saputra, Muhammad Faiz, Muhadi, Anwar Jayadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


