Rekonstruksi Filsafat Sains Islam dalam Mengatasi Dualisme Epistemologi dan Implikasinya terhadap Pendidikan Anak Usia Dini: Studi Konseptual
DOI:
https://doi.org/10.61693/elhadhary.vol401.2026.8-16Kata Kunci:
Filsafat Sains Islam, Epistemologi Tauhid, Integrasi Ilmu, Pendidikan Holistik, Pendidikan Anak Usia Dini , Islamic Philosophy of Science, Tawhid Epistemology, Early Childhood Education, Knowledge Integration, Holistic EducationAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis epistemologi dalam ilmu pengetahuan modern akibat dominasi paradigma positivistik yang cenderung mengabaikan dimensi spiritual dan moral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konstruksi filsafat sains Islam dalam perspektif ontologis, epistemologis, dan aksiologis, serta menganalisis implikasinya dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian konseptual berbasis studi pustaka (library research), dengan teknik analisis berupa content analysis dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat sains Islam dibangun atas landasan tauhid yang mengintegrasikan wahyu, akal, dan pengalaman empiris dalam satu kesatuan epistemologis. Pendekatan ini mampu mengatasi dualisme epistemologi antara ilmu agama dan ilmu umum dengan menghadirkan paradigma ilmu yang holistik, etis, dan transendental. Dalam konteks PAUD, implementasi filsafat sains Islam diwujudkan melalui model pembelajaran integratif yang menggabungkan eksplorasi alam, storytelling berbasis nilai keislaman, dan eksperimen sederhana. Model ini berkontribusi terhadap pengembangan aspek kognitif, afektif, dan moral anak secara seimbang. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan model integratif berbasis epistemologi tauhid sebagai kontribusi konseptual dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer.
Unduhan
Referensi
Bagir, Z. A. (2019). Filsafat Sains dan Integrasi Ilmu dalam Perspektif Islam. Ulumuna: Journal of Islamic Studies, VOL. 23. N, 243–268.
Hidayat, R., Usman, J., & Suyanta, S. (2023). Peluang dan Tantangan Pendidikan Islam: (Analisis SWOT Pada Kebijakan Kurikulum Merdeka). EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin, 1(02), 96–110. https://doi.org/10.61693/elhadhary.vol102.2023.96-110
Ismunadi, A., & Khusni, M. F. (2021). Rekonstruksi Pendidikan Islam Multikultural Indonesia Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 32(2), 353-366. https://doi.org/10.33367/tribakti.v32i2.1742
Narang, U. R. (2025). Seorang pendidik anak usia dini harus mengetahui model pembelajaran yang ada di paud. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ), 3, 45–49. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/download/17465/4615/
Nisa, C., & Daivina, D. (2023). Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta didik. EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin, 1(01), 52–59. https://doi.org/10.61693/elhadhary.vol101.2023.52-59
Setiawan, Mahbub and , Dr.Muindinillah Basri, M.A and , Dr.Syamsul Hidayat, M.Ag (2013) Kritik Terhadap Epistemologi Barat Modern (Perspektif Islamic Worldview). Thesis thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta. https://eprints.ums.ac.id/27549/
Suhaimis. (2024). Konstruksi Ilmu Keislaman : Ontologi , Epistemologi , Dan Aksiologi Dalam Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik Antara. Jurnal Al – Mau’izhoh, 6(2), 11–12. https://ejournal.unma.ac.id/index.php/am/article/download/10797/5739
Syed, M. H. (2021). Islamic Philosophy of Science: Epistemological and Ethical Dimensions. Journal of Islamic Thought, Vol. 12. N, 45–67.
Timur Tumanggor, H. B. N. (2025). ISSN: 2810-0573 (online), https://lptnunganjuk.com/ojs/index.php/kartika. Keislaman, Jurnal Studi, 5(2), 1532–1550.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Suminah; Syamsul Rijal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






