Implikasi Kesenian Kuda Lumping Terhadap Perilaku Keagamaan Islam Di Desa Telege Sari
DOI:
https://doi.org/10.61693/elhadhary.vol402.2026.75-93Kata Kunci:
Kuda lumping, Perilaku keagamaan, Budaya lokal, Akidah, IslamAbstrak
Kesenian kuda lumping merupakan warisan budaya masyarakat Jawa yang masih dilestarikan di Desa Telege Sari, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah. Keberadaan kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga memunculkan beragam pandangan terkait perilaku keagamaan Islam, terutama karena adanya unsur ritual seperti kesurupan dan penggunaan sesaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelaksanaan kesenian kuda lumping, perilaku keagamaan Islam masyarakat terhadap kesenian tersebut, serta implikasinya terhadap perilaku keagamaan masyarakat di Desa Telege Sari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu imam desa, ketua kelompok kuda lumping, pemain, dan masyarakat. Analisis data dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan kesenian kuda lumping di Desa Telege Sari masih mempertahankan tradisi turun-temurun, mulai dari persiapan, pelaksanaan puasa putih, pertunjukan tari, hingga proses kesurupan dan penyadaran pemain. Perilaku keagamaan masyarakat terhadap kesenian kuda lumping menunjukkan adanya pandangan yang beragam, sebagian masyarakat memandangnya sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan, sedangkan sebagian lainnya menilai bahwa unsur ritual seperti sesaji dan kesurupan perlu disikapi secara kritis agar tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Implikasi kesenian kuda lumping terhadap perilaku keagamaan masyarakat lebih tampak pada aspek akidah dan cara pandang terhadap unsur-unsur mistis, sedangkan pelaksanaan ibadah para pelaku tetap terjaga. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang proporsional agar pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan pengamalan nilai-nilai akidah, syariat, dan ajaran Islam.
Unduhan
Referensi
Andriansyah, R. (2016). Dampak Kesenian Kuda Lumping Terhadap Perilaku Keagamaan. Https://Repository.Ar-Raniry.Ac.Id/Id/Eprint/1872/1/Roy Adriansyah.Pdf
Anggraeni, L. D., & Supriadi, D. (2024). Regeneration Patterns Of Multicultural Values In The Muneng Pilgrimage Tradition In Temanggung, Indonesia. Lite: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 20(2), 129–139. Https://Doi.Org/10.33633/Lite.V20i2.11107
Aprianti, P., Samho, B., Setiawan, R., & Yasunari, O. (2023). Eksistensi Tarian Kuda Lumping Pada Masyarakat Sunda Berdasarkan Dimensi Tri Tangtu: Sebuah Kajian Hermeneutik. Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora, 3(01), 1–11. Https://Doi.Org/10.26593/Jsh.V3i01.6764
Budianingsih, S. H. P., & Razif, M. (2015). Fungsi Seni Kuda Lumping Bagi Masyarakat Jawa Di Desa Seminai Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak. Jurnal Online Mahasiswa (Jom) Bidang Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 2(1), 1–15. Https://Jom.Unri.Ac.Id/Index.Php/Jomfsip/Article/View/4928
Caecilia Hardiarini, A. M. F. (2022). Kesenian Kuda Lumping: Tinjauan Studi Multiperspektif. Interpretasi Makna Gramatis Dan Psikologis Tembang Macapat Dengan Analisis Hermeneutik Schleiermacher, 2(1), 33–41.
Dwi, C. A. (2017). Seni Kuda Lumping Di Desa Perkrbunan Maryke Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat ( Studi Q.S.Al- An’am : 100 Menurut Tafsir Al-Azhar ).
Erfina Firmala, & Maulidiawati. (2025). Analysis Of Character Education Values In The Kuda Lumping Art Performance In Sidogede Village. Sosioedukasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 14(3), 1884–1891. Https://Doi.Org/10.36526/Sosioedukasi.V14i3.6133
Handayani, D. A., & Widayat, M. (2026). Analysis Of Spirituality And Trance Elements In Kuda Lumping And Sintren From A Cross-Cultural Counseling Perspective. Studi Pengarus Utamaan Gender Dan Anak, 4(1), 198–208. Https://Creativecommons.Org/Licenses/By-Sa/4.0/
Ikhfani, N., Rizky, D., Siliwangi, U., & Hamdan, A. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelestarian Kesenian Kuda Lumping Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat , Meskipun Kemiskinan Masih Tetap Ada . Salah Satu Kabupaten Cilacap . Masyarakat Desa Bangunreja Mayoritas Bekerja Sebagai Petani . 1(6).
Matthew B. Miles, A.Michael Huberman, J. S. (2014). Qualitative Data Analysis.
Moleong, L. J. (2014). Metode Penelitian Kualitatif.
Prihatini, N. S. (2008). Seni Pertunjukan Rakyat Kedu. In Vgh8yuijkiok. Https://Eprints.Uad.Ac.Id/54662/1/7a. Epid Sosial+Hki_Compressed.Pdf#Page=109
Rachmawati, S., & Hartono, H. (2019). Kesenian Kuda Lumping Di Paguyuban Genjring Kuda Lumping Sokoaji: Kajian Enkulturasi Budaya. Jurnal Seni Tari, 8(1), 59–68. Https://Doi.Org/10.15294/Jst.V8i1.30418
Rahman, M. K. A. (2013). Tari Ritual Kuda Kepang Mabuk : 190–209.
Rahmawati, I. (2021). Pelestarian Nilai-Nilaibudaya Pada Kesenian Kuda Lumping Di Kecamatan Tambusai Utara. Jurnal Budaya Nusantara, 5(1), 1–6. Https://Doi.Org/10.36456/B.Nusantara.Vol5.No1.A4549
Rahmawati, M., & Ali, H. (2023). Community Perception Of Kuda Lumping Art In The Simpang. (12), 184–191.
Ramadani, S., Hariyadi, S., & Jasrudin, J. (2026). Upaya Pelestarian Kuda Lumping Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Di Desa Rano Jaya. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 8(1), 33–42. Https://Doi.Org/10.23887/Jabi.V8i1.105976
Ratna Et Al. (2008). Seni Dalam Dimensi Sejarah Di Sumatera Utara.
Rezeki, K. S., Wuriyani, E. P., & Harahap, R. (2022). Nilai Norma Masyarakat Dalam Permainan Jawa “Kuda Lumping.” Jurnal Penelitian Humaniora, 27(1), 8–15. Https://Doi.Org/10.21831/Hum.V27i1.50074
Rosida, N. (2020). Perilaku Keagamaan Anggota Paguyuban Kuda Kepang Di Desa Agung Timur Lampung Tengah. In Handbook Of Medical Image Computing And Computer Assisted Intervention.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D.
W, H. (2022). Perilaku Keagamaan Masyarakat Desa Besoangin Utara Kecamatan Tutar Kabupaten Polewali Mandar. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan, 19(1), 76–86. Https://Doi.Org/10.46781/Al-Mutharahah.V19i1.428
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Suafif Ramadhan, Ramadan, Birrul Walidaini

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







